LINDOnews.tv – Sebanyak 202 peserta dari enam kabupaten/kota mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya yang digelar pada 1–4 Juli 2026.
Peserta berasal dari seluruh daerah di Papua Barat Daya, yakni Kota Sorong sebanyak 40 peserta, Kabupaten Sorong 38 peserta, Kabupaten Sorong Selatan 25 peserta, Kabupaten Maybrat 35 peserta, Kabupaten Tambrauw 37 peserta, dan Kabupaten Raja Ampat 27 peserta.
Ketua Panitia Pelaksana MTQ Papua Barat Daya, Abdul Mutalib Salim, mengatakan pelaksanaan MTQ bertujuan membumikan Al-Qur’an agar lebih mudah dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat Papua Barat Daya terhadap Al-Qur’an, memperkuat pembinaan generasi Qurani, serta mempersiapkan kafilah terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua Barat Daya pada MTQ Nasional ke-31 di Provinsi Jawa Tengah.
Selain sebagai ajang syiar Islam, MTQ juga menjadi momentum pemberdayaan ekonomi umat melalui keterlibatan pelaku UMKM berbasis ekonomi syariah serta promosi produk unggulan daerah selama penyelenggaraan kegiatan.
“Kegiatan ini diselenggarakan pada 1 Juli sampai 4 Juli 2026 yang bertempat di arena utama Madrasah Aliyah Negeri Sorong, Gedung ACC Al Akbar, dan Masjid Raya Al-Akbar Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Abdul Mutalib Salim dalam laporannya.
Ia menjelaskan, MTQ ke-II mempertandingkan seluruh cabang lomba, di antaranya Tilawah Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta cabang-cabang lainnya sesuai keputusan panitia.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Al-Akbar Papua Barat Daya itu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan seluruh pihak, termasuk para donatur, yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ 2026.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum mempererat persaudaraan. Ia berpesan agar para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh keikhlasan, sportivitas, disiplin, dan semangat ukhuwah Islamiyah.
“Jadikan MTQ sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an, mempererat tali persaudaraan, serta saling bertukar pengalaman dan ilmu,” ujar Elisa.
Ia juga mengingatkan dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, jujur, dan menjunjung tinggi integritas sehingga hasil penilaian benar-benar mencerminkan prestasi terbaik para peserta.
Pantauan LINDOnews.tv, pembukaan MTQ ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta pengurus masjid se-Papua Barat Daya.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan marching band siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sorong serta tarian khas Papua yang dibawakan Sanggar Nani Bili.