Sorong — Nilai adab atau moralitas dinilai sebagai fondasi utama sebelum seseorang mengejar ilmu pengetahuan. Pesan tersebut disampaikan dalam renungan “Adab Dulu Baru Ilmu” yang disampaikan kepada masyarakat di wilayah Sorong Utara, Jumat (13/3/2026).
Dalam pemaparannya, Elton Yulianus Laratmase, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dibangun di atas dasar adab, etika, dan karakter yang baik.
Menurutnya, adab atau sikap hidup yang baik merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, baik dalam lingkungan keluarga, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Ilmu pengetahuan sangat penting untuk kemajuan manusia. Namun sebelum itu, seseorang perlu memiliki karakter yang baik seperti kejujuran, kerendahan hati, serta sikap saling menghargai. Tanpa adab, ilmu bisa kehilangan arah dan tujuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai seperti kepedulian, kerendahan hati, kejujuran, dan integritas merupakan prinsip universal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bersama. Nilai-nilai tersebut membantu seseorang menggunakan pengetahuan secara bijaksana serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Dalam konteks pendidikan, konsep “adab dulu baru ilmu” juga menjadi prinsip penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik. Ilmu pengetahuan yang disertai dengan hikmat dan tanggung jawab sosial diyakini mampu menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa pencarian ilmu seharusnya tidak hanya bertujuan untuk meraih prestasi pribadi, tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat menjadi sarana untuk membangun peradaban yang lebih baik serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bersama.
“Ketika adab menjadi dasar dalam mencari ilmu, maka pengetahuan yang dimiliki akan membawa manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkasnya.